Jumat, 30 Mei 2014

Part 2 : SINGLE ≠ JOMBLO

Single, dalam kamus bahasa inggris berarti ….
 .....................................................
......................................................

Enough? Penjelasan dalam kamus bahasa inggrisnya cukup kan? Sekarang, buang aja kamusnya, biarkan saja gelas-gelasnya pecah, biar ramai (maaf sedikit AADC). 
Oke, intinya kita nggak perlu kamus karena kita akan mendefinisikan kata single dengan kata-kata kita sendiri! keren kan?! Yup, bagi penulis, mendefinisikan kata single itu sama kayak mendefinisikan cinta. Alias whaterver you say, just feel it and say it. And then, that is LOVE. Sama tuh, kayak single. Mau kamu bilang single itu bahagia, mau kamu bilang single itu bebas, mau bilang single itu amazing (asal jangan bilang single itu miris! Please!), yang ngerasain ya kamu-kamu yang lagi sendiri alias no one beside you! Kalo masih bingung dengan definisi single, just feel it. What dou you feel about single. What? Nggak dapet feelnya sama sekali? Never mind, setelah baca ini blog ini, kamu semua akan jauh…jauh…jauh…bisa merasakan makna sejujurnya dari single (tsaaaaahhh...).
Etiologi single
Oke, sorry-sorry to say ya buat beberapa pembaca yang sedikit aneh membaca tulisan etiologi (sorry, kata etiologi jadi kebawa karena gue lagi kebayang-bayang tugas kampus), jadi etiologi itu penyebab  alias hal apa ya yang menyebabkan adanya single? 
Single dalam arti sederhana deh ya, yang memang diketahui banyak orang awam adalah sendiri, it means dalam dunia asmara si single sedang tidak ada pasangan. Lalu hal apa sih yang menjadi alasan mengapa single itu ada? Well, beberapa survey kecil yang gue buat dengan sample temen-temen kampus gue yang kebetulan lagi “sendiri”, memilih kata single karena single akan identik dengan segala hal yang berbau positif kalau kita mau maknai secara lebih dalam. And big question is, korelasi apakah yang akan tercipta antara kata “single” dengan hal-hal positif tersebut? (sorry, lagi-lagi gue kebawa sama mata kuliah metodologi penelitian yang lagi gue pelajarin)
This is the answer :
Peneliti : lo jomblo sekarang?
Sample 1: No, no, gue itu single bukan jomblo. Kalau jomblo, udah daritadi gue minta pin BB cewek cakep, udah daritadi gue promosiin diri gue di twitter atau fb.
Peneliti : lo putus? Wah, berarti lo jomblo dong sekarang.
Sample 2 : aduh, bisa nggak sih kata jomblonya diganti? Kasihan banget dengernya.
Peneliti : betah banget sih jomblo, kapan lo punya pacar? Umur udah 20 tahun, belum juga pernah pacaran.
Sample 3 : ya di tunggu aja Be (singkatan dari babe), belum ada yang klik soalnya. Jangan bilang jomblo dong, jelek banget dengernya.
Peneliti : belum bisa move dari mantan lo? Pantesan masih jomblo.
Sample 4 : hei, gue single ya bukan jomblo. Single itu prinsip, jomblo itu nasib. Jadi gue masih sendiri karena prinsip, harus dapat yang paling baik baru gue pacarin.

Nah, jawaban dari keempat sample gue tadi, menurut gue sudah bisa membentuk sebuah persepsi dari kata “single” itu sendiri (menurut gue lo ya). Kalau single itu ya identika dengan hal-hal yang berbau positif yang akan mengarahkan kita untuk menjalani hidup tanpa pasangan. Suer deh! Oke, yang pertama, sebagai seorang singlers, kita akan merasa berharga. Coba deh bayangin, misalnya ada yang nanya, lo lagi jomblo ya? Sorry ya, gue single bukan jomblo. Wih, kesannya ya, menurut gue, saat gue ditanya itu dan gue jawab gue single, gue berasa berharga bahkan unlimited abis. Berasa gue ada sebuah prinsip kenapa gue masih mempertahankan kesendirian gue. Terserah alasannya belum ketemu yang pas, masih nunggu gebetan yang belum-belum nembak, sampai yang parah belum bisa move dari mantan sampai masih ngarepin pacarnya orang (oke, yang dua terakhir emang sudah seharusnya segera diselesaikan), tapi intinya kita punya suatu alasan untuk mempertahankan kesendirian kita yang pada akhirnya berujung pada sebuah keputusan kalau kita nggak mau main-main dalam hubungan. Karena gue berpendapat ketika kita mempunyai suatu alasan kuat kenapa masih sendiri, itu membuat kita jadi nggak sembarang milih pasangan. Kasian banget kan hanya karena biar punya pasangan aja, maksain punya pasangan atau hanya agar kita bisa ngelupain mantan kita cepet-cepet nyari pacar baru misalnya. 
          Itu menurut gue nggak baik tuh, karena ujung-ujungnya kita bakal gagal dalam hubungan. Suer! Coba pikir aja deh, hubungan yang kita bangun aja, didasari oleh sebuah kata “kepepet” atau “terpaksa” ya gimana hubungan itu nantinya bakal berlanjut? Setidaknya ketika kita sudah memutuskan memulai hubungan, harus ada kata SIAP dari kita untuk memulai hubungan baru lagi dan kata “siap” itu menjadi salah satu bagian prinsip dari kita yang memilih single.
                Second, single makes us feel strong. Yup, bagi gue yang (ternyata) single (uhuk,) kesendirian dan status single yang gue pilih buat gue lebih kuat setiap harinya untuk menghadapi hidup setiap harinya (agak lebay, maaf), yang intinya apapun kenyataan yang buat lo akhirnya sendiri saat ini, dengan memaknai kata single, bagi gue itu akan buat gue jauh lebih tangguh dari sebelumnya karena gue tahu masih banyak hal yang perlu dipikirn, perlu dilakuin selain mikirin gimana caranya buat dapet pacar lagi, (worlds is not always about love guys,) walaupun gue sendiri nggak mau munafik kalau ada suatu momen dimana kita sebagai seorang singlers merasa sendiri karena nggak ada seseorang yang bisa kita ajak berbagi kesedihan, atau sebagai seorang singlers yang merasa envy dengan kemesraan pasangan lain. Misalnya aja, contoh paling sederhana, envy liat pasangan yang lagi boncengan mesra, pelukan dan itu malem minggu! Kita yang single sih ketawa-ketawa aja trus bilang, “hah, dasar anak muda jaman sekarang.” Tapi dalam hati uda mengutuk mengapa harus ada malam minggu dan ujung-ujungnya menghela napas berat (fiuh) dan meratapi mengapa kita nggak punya pasangan saat ini (well, ini truly pengalaman gue banget, jadi buat lo yang merasa nasibnya sama gue dengan momen yang sama, pasangan-boncengan-pelukan-malem minggu, mari bersama-sama menghela napas berat).
Tapi, tapi tapi, gua yakin kok, helaan napas kita nggak akan lama, karena gue dan elo yang merasa single dan merasa jauh lebih kuat ketika memakai single sebagai status kesendirian, akan menganggap hal itu adalah hal biasa dan semakin sering kita dilihatkan kepada kemesraan dalam berpacaran, semakin kita kuat untuk mempertahankan status single kita karena satu tujuan, we want the best ever ever atau kata salah satu temen gue, the best come last. Apalagi strong ditambah dengan sikap mandiri kita sebagai seroang single. Dijamin lawan jenis bakal melting deh, karena strong ditambah mandiri akan membuat seorang singlers terlihat menikmati statusnya sebagai single. Kita nggak akan terliahat nelangsa, miris bahkan terpuruk hanya karena kita sendiri. apalagi ketika kita bisa mengambil sisi positif dari single, dijamin deh menjadi seorang single itu sebenarnya nggak buruk-buruk banget kok.
Third. Serius. Serius disini bukan dalam artian kita serius menikmati kesendirian kita ya, please karena gue nggak mau maksud dari tulisan ini bakal buat elo semua jadi comfort untuk single dan akhirnya milih untuk single selama yang elo bisa (jangan sampe deh!). Jadi serius yang gue maksud adalah, prinsip kita sebagai seorang singlers adalah ketika akhirnya kita memilih single, itu berarti kita nggak mau lagi main-main sama hubungan kita nantinya, karena nantinya pun kita nggak akan asal dalam memilih pasangan, kita memaknai sebuah hubungan dengan lawan jenis adalah sebagai hubungan yang mempunyai komitmen dan tidak main-main. Dan yang terpenting, ketika seseorang bahkan itu lawan jenis mengetahui bahwa kita single (bukan jomblo), menurut gue lawan jenis akan jauh berpikir dua kali untuk melakukan pendekatan dengan kita karena mereka tahu, seorang single nggak pernah main-main dengan hubungannya nanti karena lagi sekali, they want the best ever ever. Dan itulah harapan dan ekspektasi gue kepada gue sendiri dan elo semua yang memilih status single.
Fourth. Single makes us comfort. It means, dengan memaknai status kita yang lagi sendiri dengan kata single, akan menimbulkan perasaan comfort atau nyaman pada zona kita saat ini. It means again, dengan merasakan sebuah kenyamanan pada zona ini kita akan merasa bahwa apapun yang kita lakukan everytime, everyday, anywhere anytime, selalu membuat kita merasa enjoy untuk melakukannya seorang diri tanpa seseorang di samping kita. For the example deh, misalnya aja kegiatan nonton film, film romantic pula, kegiatan yang biasa kita lakoni bareng pacar, akan tidak terlalu terasa menyesakkan ketika kita harus melakukannya sendiri. walaupun kita kehilangan momen untuk berpegangan tangan di bioskop misalnya, tapi karena kita sudah merasa nyaman dengan zona single, kita gak akan terlalu mempermasalahkan kesendirian kita. Setidaknya, kita nggak akan terlalu mewek jadinya hanya karena kebutuhan ini itu, kesana kemari, kegiatan ini itu tidak bisa lakoni lagi bareng pacar. Istilah singkatnya nih ya, nggak punya pacar? Go ahead aja kali. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar