Minggu, 25 Mei 2014

Meragu

Oh lihat,
Betapa egoisnya embun, karena sesekali dirinya masih memikirkan daun di sana
Betapa serakahnya embun,
Ketika dirinya sudah jatuh pada daun itu, namun ia masih memikirkan janji manis yang pernah dibisikkan daun di sana...

Embun yang kini dipeluk oleh daun itu kini tengah mencuri-curi pandang ke arah daun di sana
ya..daun di sana. Berdiri angkuh dengan lebar dan indah namun menyimpan duka didalamnya..
Tidak.
Sudah seringkali embun menegur dirinya, mengingatkannya pada kenyataan pahit yang pernah dirasakannya.

Betapa kuatnya daun di sana mengibas-ngibas agar dirinya terjatuh dan
Betapa teganya daun di sana menolaknya pada pagi itu
Ya. Embun seharusnya masih mengingatnya, ketika suatu pagi tidak ada daun di sana yang menangkapnya..
hingga pada akhirnya embun jatuh ke bumi, dan membuat Surya tidak dapat menjemputnya...

Embun kini menatap daun itu
Daun itu tertawa kepadanya, semakin mengeratkan pelukannya pada embun...
Embun bertanya pada daun itu, "bisakah kamu berjanji untuk menemaniku selamanya? bisakah kamu berjanji untuk selalu menungguku setiap pagi? bisakah kamu berjanji untuk terus memelukku seperti ini?"
Embun melihat penuh harap...
Namun daun itu hanya diam dan perlahan senyumnya memudar..

Akhirnya daun itu balik bertanya,
"Tahukah kamu bahwa kini kita sama-sama meragu akan suatu hal?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar