Aku selalu merasa waktu adalah
jawaban terakhir dari semua pertanyaan
Aku selalu percaya waktu adalah
jawaban terakhir dari semua masalah
Meski aku tidak selalu perlu
menunggu waktu untuk menjawab semua pertanyaan dan masalah dalam hidupku…
Namun terkadang, memang dalam beberapa
hal, hanya waktu yang mampu menjawab
Kita melihat pelangi yang harus
menunggu muncul setelah hujan reda,
Saat itulah aku sadar bahwa
waktu pun hadir pada saatnya ia tiba,
Sama seperti melihat awan yang
bergerak lamban, kita menunggu untuk tahu akankah awan akan menggumpal ataukah
tercerai oleh angin,
Waktu pun seperti itu, bergerak
sesuai kemauannya tanpa pernah kita tahu kapan ia akan tiba dalam hidup kita
untuk menyelesaikan pertanyaan dan masalah kita,
Aku tidak bermaksud pesimis
karena menunggu waktu untuk membantu menyelesaikan masalah,
Hanya saja, aku merasa mungkin
kita sudah terlalu lelah untuk mencari, terlalu penat untuk menemukan, hingga
kita memasrahkan semuanya pada waktu,
Aku percaya pada waktu, karena
waktu tidak pernah sekalipun berbohong,
Kita hanya perlu menunggu, maka
waktu akan hadir pada mereka yang sabar,
Maka aku tidak pernah sekalipun
mengatakan, “aku akan mencintaimu selamanya” atau “Aku akan membencimu
selamanya” atau bahkan “aku tidak akan pernah memaafkanmu selamanya,”
Karena tidak pernah sekalipun
aku ingin menentang waktu, waktu adalah bagian dari perubahan, dan satu-satunya
di dunia ini yang kekal hanya perubahan. Maka siapa yang bisa tahu esok akan
seperti apa?
Hari ini mungkin kita
mencintainya, namun siapa yang bisa mengira bahwa esok kita akan membencinya? Atau
mungkin sebaliknya, hari ini kita mengatakan bahwa kita tidak akan pernah
memaafkannya, namun siapa yang bisa menyangka bahwa esok mungkin kita akan
memeluknya dan menangis bersama?
Meski waktu tidak pernah sekalipun membalas,
akan lebih baik jika kita tidak melawan waktu, karena aku percaya waktu selalu
membawa segalanya untuk berjalan selaras,
Waktu pun membawa dualitas
dalam hidup kita,
Bahagia sedih, menang dan
kalah, semua diatur oleh waktu, selalu adil, dan jangan pernah menyangsikan
bahwa waktu berlaku curang,
Karena ketika kesedihan memang
harus datang, maka kebahagiaan harus dilepaskan,
Pun begitu sebaliknya, maka
ketika kita memaksa waktu untuk berpihak pada kita, menggenggam erat
kebahagiaan yang seharusnya mulai terlepas dari tangan kita,
Justru kesedihan sendiri yang
akan memaksa masuk dengan kejam,
Kita tidak akan pernah tahu
esok seperti apa,
Karenanya aku belajar untuk
tidak menggantungkan harapan tinggi ku untuk esok hari,
Aku hanya merencanakan, karena
selebihnya waktu yang akan menentukan,
Yesterday was a history, today
is a gift, and tomorrow will be a mystery
Aku belajar untuk tidak
menyesali apa yang sudah terjadi kemarin, aku bersyukur karena masih diberikan
kesempatan untuk menikmati hari ini, dan aku belajar untuk tidak mencemaskan
hari esok,
Karena hari ini terlalu
berharga untuk dihabiskan dengan menyesali apa yang sudah terjadi kemarin, dan
mencemaskan apa yang tidak kita ketahui esok.
Ya, waktu mengajarkan ku untuk
sabar dan percaya padaNya
Nb. Aku kurang begitu menyukai
kata-kata “Aku mencintaimu selamanya” karena seperti seolah-olah ia menentang
waktu, bahkan kita sendiri tidak pernah tahu seberapa besar cinta yang kita
berikan untuk seseorang hingga bisa disebut selamanya. Karenanya, aku lebih
menyukai kata-kata, “Aku mencintaimu, hari ini dan mudah-mudahan sampai nanti”
Jauh terasa lebih ikhlas dan
berjalan bersama waktu.