Single, dalam kamus bahasa
inggris berarti ….
.....................................................
......................................................
Enough? Penjelasan dalam kamus
bahasa inggrisnya cukup kan? Sekarang, buang aja kamusnya, biarkan saja
gelas-gelasnya pecah, biar ramai (maaf sedikit AADC).
Oke, intinya kita nggak
perlu kamus karena kita akan mendefinisikan kata single dengan kata-kata kita
sendiri! keren kan?! Yup, bagi penulis, mendefinisikan kata single itu sama
kayak mendefinisikan cinta. Alias whaterver you say, just feel it and say it.
And then, that is LOVE. Sama tuh, kayak single. Mau kamu bilang single itu
bahagia, mau kamu bilang single itu bebas, mau bilang single itu amazing (asal
jangan bilang single itu miris! Please!), yang ngerasain ya kamu-kamu yang lagi
sendiri alias no one beside you! Kalo masih bingung dengan definisi single,
just feel it. What dou you feel about single. What? Nggak dapet feelnya sama
sekali? Never mind, setelah baca ini blog ini, kamu semua akan jauh…jauh…jauh…bisa
merasakan makna sejujurnya dari single (tsaaaaahhh...).
Etiologi single
Oke, sorry-sorry to say ya buat beberapa pembaca yang
sedikit aneh membaca tulisan etiologi (sorry,
kata etiologi jadi kebawa karena gue lagi kebayang-bayang tugas kampus),
jadi etiologi itu penyebab alias hal apa
ya yang menyebabkan adanya single?
Single dalam arti sederhana deh
ya, yang memang diketahui banyak orang awam adalah sendiri, it means dalam
dunia asmara si single sedang tidak ada pasangan. Lalu hal apa sih yang menjadi
alasan mengapa single itu ada? Well, beberapa survey kecil yang gue buat dengan
sample temen-temen kampus gue yang kebetulan lagi “sendiri”, memilih kata
single karena single akan identik dengan segala hal yang berbau positif kalau
kita mau maknai secara lebih dalam. And big question is, korelasi apakah yang
akan tercipta antara kata “single” dengan hal-hal positif tersebut? (sorry, lagi-lagi gue kebawa sama mata
kuliah metodologi penelitian yang lagi gue pelajarin)
This is the answer :
Peneliti : lo jomblo sekarang?
Sample 1: No, no, gue itu single bukan jomblo. Kalau jomblo,
udah daritadi gue minta pin BB cewek cakep, udah daritadi gue promosiin diri gue di twitter atau fb.
Peneliti : lo putus? Wah, berarti lo jomblo dong sekarang.
Sample 2 : aduh, bisa nggak sih kata jomblonya diganti?
Kasihan banget dengernya.
Peneliti : betah banget sih jomblo, kapan lo punya pacar?
Umur udah 20 tahun, belum juga pernah pacaran.
Sample 3 : ya di tunggu aja Be (singkatan dari babe), belum
ada yang klik soalnya. Jangan bilang jomblo dong, jelek banget dengernya.
Peneliti : belum bisa move dari mantan lo? Pantesan masih
jomblo.
Sample 4 : hei, gue single ya bukan jomblo. Single itu
prinsip, jomblo itu nasib. Jadi gue masih sendiri karena prinsip, harus dapat
yang paling baik baru gue pacarin.
Itu menurut gue nggak baik tuh,
karena ujung-ujungnya kita bakal gagal dalam hubungan. Suer! Coba pikir aja
deh, hubungan yang kita bangun aja, didasari oleh sebuah kata “kepepet” atau “terpaksa”
ya gimana hubungan itu nantinya bakal berlanjut? Setidaknya ketika kita sudah
memutuskan memulai hubungan, harus ada kata SIAP dari kita untuk memulai
hubungan baru lagi dan kata “siap” itu menjadi salah satu bagian prinsip dari kita
yang memilih single.
Second,
single makes us feel strong. Yup, bagi gue yang (ternyata) single (uhuk,)
kesendirian dan status single yang gue pilih buat gue lebih kuat setiap harinya
untuk menghadapi hidup setiap harinya (agak lebay, maaf), yang intinya
apapun kenyataan yang buat lo akhirnya sendiri saat ini, dengan memaknai kata
single, bagi gue itu akan buat gue jauh lebih tangguh dari sebelumnya karena
gue tahu masih banyak hal yang perlu dipikirn, perlu dilakuin selain mikirin
gimana caranya buat dapet pacar lagi, (worlds is not always about love guys,) walaupun gue sendiri nggak mau munafik
kalau ada suatu momen dimana kita sebagai seorang singlers merasa sendiri
karena nggak ada seseorang yang bisa kita ajak berbagi kesedihan, atau sebagai
seorang singlers yang merasa envy dengan kemesraan pasangan lain. Misalnya aja,
contoh paling sederhana, envy liat pasangan yang lagi boncengan mesra, pelukan
dan itu malem minggu! Kita yang single sih ketawa-ketawa aja trus bilang, “hah,
dasar anak muda jaman sekarang.” Tapi dalam hati uda mengutuk mengapa harus ada
malam minggu dan ujung-ujungnya menghela napas berat (fiuh) dan meratapi
mengapa kita nggak punya pasangan saat ini (well, ini truly pengalaman gue
banget, jadi buat lo yang merasa nasibnya sama gue dengan momen yang sama,
pasangan-boncengan-pelukan-malem minggu, mari bersama-sama menghela napas
berat).
Tapi, tapi tapi, gua yakin kok,
helaan napas kita nggak akan lama, karena gue dan elo yang merasa single dan
merasa jauh lebih kuat ketika memakai single sebagai status kesendirian, akan
menganggap hal itu adalah hal biasa dan semakin sering kita dilihatkan kepada
kemesraan dalam berpacaran, semakin kita kuat untuk mempertahankan status
single kita karena satu tujuan, we want the best ever ever atau kata salah satu temen gue, the best come last. Apalagi strong ditambah dengan sikap mandiri kita sebagai seroang single. Dijamin lawan jenis
bakal melting deh, karena strong ditambah mandiri akan membuat seorang singlers
terlihat menikmati statusnya sebagai single. Kita nggak akan terliahat
nelangsa, miris bahkan terpuruk hanya karena kita sendiri. apalagi ketika kita
bisa mengambil sisi positif dari single, dijamin deh menjadi seorang single itu
sebenarnya nggak buruk-buruk banget kok.
Third. Serius. Serius disini
bukan dalam artian kita serius menikmati kesendirian kita ya, please karena gue
nggak mau maksud dari tulisan ini bakal buat elo semua jadi comfort untuk
single dan akhirnya milih untuk single selama yang elo bisa (jangan sampe
deh!). Jadi serius yang gue maksud adalah, prinsip kita sebagai seorang
singlers adalah ketika akhirnya kita memilih single, itu berarti kita nggak mau
lagi main-main sama hubungan kita nantinya, karena nantinya pun kita nggak akan
asal dalam memilih pasangan, kita memaknai sebuah hubungan dengan lawan jenis
adalah sebagai hubungan yang mempunyai komitmen dan tidak main-main. Dan yang
terpenting, ketika seseorang bahkan itu lawan jenis mengetahui bahwa kita single
(bukan jomblo), menurut gue lawan jenis akan jauh berpikir dua kali untuk
melakukan pendekatan dengan kita karena mereka tahu, seorang single nggak
pernah main-main dengan hubungannya nanti karena lagi sekali, they want the
best ever ever. Dan itulah harapan dan ekspektasi gue kepada gue sendiri dan
elo semua yang memilih status single.
Fourth. Single makes us comfort.
It means, dengan memaknai status kita yang lagi sendiri dengan kata single,
akan menimbulkan perasaan comfort atau nyaman pada zona kita saat ini. It means
again, dengan merasakan sebuah kenyamanan pada zona ini kita akan merasa bahwa
apapun yang kita lakukan everytime, everyday, anywhere anytime, selalu membuat
kita merasa enjoy untuk melakukannya seorang diri tanpa seseorang di samping
kita. For the example deh, misalnya aja kegiatan nonton film, film romantic
pula, kegiatan yang biasa kita lakoni bareng pacar, akan tidak terlalu terasa
menyesakkan ketika kita harus melakukannya sendiri. walaupun kita kehilangan
momen untuk berpegangan tangan di bioskop misalnya, tapi karena kita sudah
merasa nyaman dengan zona single, kita gak akan terlalu mempermasalahkan
kesendirian kita. Setidaknya, kita nggak akan terlalu mewek jadinya hanya
karena kebutuhan ini itu, kesana kemari, kegiatan ini itu tidak bisa lakoni
lagi bareng pacar. Istilah singkatnya nih ya, nggak punya pacar? Go ahead aja
kali. :D