Kepada
yang terkasih,
Embun…
Sering
kali kau bertanya padaku, “bagaimana malam itu? hal indah apa yang ada saat
malam? Dan apa yang kamu lakukan saat malam?”
Malam…
bagaimana?
Apa?
Pertanyaan
sederhanamu itu cukup sulit aku jawab,
Bukan,
bukan karena aku tidak mampu menceritakannya padamu, hanya saja, aku terlalu
takut melihat wajah penuh harapmu yang berakhir sedih saat aku bercerita
tentang malam…
Karena
bagaimana malam itu, hal indah apa yang ada saat malam akan membuatmu iri…
Namun
pada akhirnya ketika ku beranikan diri untuk menulis cerita malam, untukmu,
embun ku yang terkasih,
Itu
karena aku ingin kau mengetahui dan merasakan seperti apa malam-malam yang aku
habiskan,
Untuk
menunggumu…
dikeesokan
pagi yang sunyi,
Ya,
pagi yang sunyi, hanya ada aku yang menantimu saat lainnya masih terlelap…
Akan
menyambutmu… dan memelukmu…
Ada
bintang,
Dia
kecil, bercahaya, dan indah… namun masih kalah indah dibandingkan dirimu,
Dia
berpendar indah, ramai, seperti hamparan pasir di langit, namun dia lah yang
membuat langit gelap bercahaya,
Ada
bulan,
Bundar
sempurna tergantung di langit gelap, meski terkadang badannya mengikis, ia cantik…namun
masih kalah cantik dibandingkan dirimu,
Kepada
mereka aku bercerita…tentangmu,
Ketika
semua di sekitarku sudah berada dalam buaian mimpi mereka, aku masih memandang
langit, bercerita tentangmu kepada mereka…
Pendar
cahaya bintang sering kali bergumam betapa beruntungnya dirimu,
Sinar
lembut bulan pun ingin sekali bertemu denganmu,
Namun
apa daya, kamu hadir saat mereka sudah terlelap…
Ya,
aku mengakui,
Selalu
ada malam yang indah…
Terlebih
karena disekililingku yang sudah terlelap,
suasana
malam pun tenang, tanpa kicauan burung yang terkadang terlalu berisik…
ditemani
pendar cahaya langit malam, hanya ada suara jangkrik yang terdengar di kejauhan…dan
angin sepoi yang terkadang berbisik padaku…menyuruhku untuk melantunkan bait
demi bait lagu untuk menyambutmu esok paginya…
Embunku
yang terkasih,
Namun
ketahuilah,
Tidak
selamanya malam itu indah,
Ada
saatnya malam menjadi sangat menakutkan, dengan badai yang mengancam, beserta
angin keras yang siap menghancurkan segalanya, disaat langit cerah ditutupi
awan gelap, dan aku tidak melihat bintang dan bulan yang biasanya menemaniku,
Dan
saat itu aku tahu bahwa malam itu bisa saja aku habis dihancurkan badai, namun
disaat itu pula aku sadar bahwa aku harus bertahan sekuat yang aku bisa,
Karena
aku yakin disaat semua usahaku untuk bertahan ditengah badai malam,
Esok
harinya… Surya akan mempertemukanku padamu…
Embunku
yang terkasih,
Sering
kali aku tersenyum melihat langit malam,
Meski
langit malam membuatku tidak bisa melihatmu,
Namun
aku tahu saat malam dirimu tengah lelap di pelukan surya,
Aku
tahu dirimu sama-sama merindu sepertiku disetiap malamnya,
Dan
aku tahu bahwa dirimu pun tidak sabar menanti datangnya esok pagi …
Embunku
yang terkasih…
Meski
aku ditemani pendar indah bintang dan bulan, atau bertahan ditengah badai,
Tidak
akan pernah ada malam demi malam yang sia-sia,
Jika
semua terbayar saat esok pagi dirimu masih bersedia jatuh padaku,
Tidak
akan pernah ada malam demi malam yang melelahkan,
Jika
semua dihapus oleh senyummu,
Dan
tidak akan pernah ada malam demi malam yang terasa sepi
Jika
esok harinya dirimu akan menawarkan kecerian untukku,
Ya,
malam akan selalu menjadi indah bagiku, karena embun …
