Kamis, 05 Juni 2014

Gerbera, just like love at the first sight with it

Just like love at the first sight with it,
Jatuh cinta,
Nggak harus sama seseorang kan?
Karena aku jatuh cinta pada ketiganya ini, dalam waktu yang berbeda
Menulis, wedding bell, dan gerbera


Sama seperti jatuh cinta kepada seseorang, ada perasaan suka, attention, interest terhadap ketiganya, namun dengan cara yang berbeda.

Gerbera, adalah hal yang membuatku jatuh cinta baru beberapa hari yang lalu.
Gerbera adalah bunga, dengan warna-warna kuat seperti merah, merah hati, kuning, putih, peach dan masih banyak warna lagi dengan beragam spesies yang ada. Termasuk bunga yang menjadi favorit setelah mawar, anyelir, tulip, dan krisan. Sebenarnya pertemuanku dengan gerbera terjadi empat bulan yang lalu saat adikku membawanya sebagai salah satu hadiah dari temannya. Waktu itu dia membawa gerbera berwarna merah hati, sempurna dengan warna dan kelopaknya, tanpa daun. Warna bunga di setiap kelopaknya kuat dan…entahlah, bunganya membuatku tertarik. Aku pun akhirnya bertanya pada adikku, bunga apa itu. adikku waktu itu ternyata juga tidak begitu yakin apa nama bunga yang saat itu dipegangnya. “Krisan ya? Apa Margold?”
Akhirnya bunga itu layu, tanpa pernah aku tahu apa nama bunganya.
Beberapa hari yang lalu saat membeli bunga dengan seorang teman, melihat begitu banyak bunga yang ada, akhirnya membuatku teringat kembali pada gerbera. Akhirnya aku bertanya pada penjual bunga disana, bunga yang mirip seperti krisan tetapi lebih besar, mirip bunga matahari namun lebih kecil. Penjual itu akhirnya bingung karena memang penjelasanku tidak cukup jelas. Akhirnya aku memutuskan untuk mencarinya sendiri diantara sekian banyak jenis bunga. Aku menemukannya! Dalam sebuah ember di sudut diantara jenis-jenis bunga lainnya. Ya. Bunga itu yang aku cari. Dan akhirnya melalui penjual bunga, aku mengetahui namanya. Bergera.
             Temanku bertanya mengapa aku menyukai gerbera, dan aku menjawab “nggak tau juga, pokoknya suka aja,” ya, aku memang tidak punya alasan spesifik mengapa menyukai gerbera. Padahal mawar menjadi bunga favorit di seluruh dunia, liliy juga tidak kalah cantik, begitu juga dengan mariegold. Hanya saja, melihat gerbera dengan warna yang kuat membuatku merasa ceria dan senang. Seolah-olah ramainya warna-warni gerbera yang kulihat di toko bunga tadi membuatku merasa lengkap bahagia dan bersemangat. Seolah-olah bunganya dengan kelopak yang terbuka, siap menyambut pagi dan matahari.
    Sama dengan jatuh cinta. Pada seseorang. Empat bulan yang lalu untuk pertama kalinya bertemu dengan gerbera dan baru beberapa hari yang lalu akhirnya mengetahui namanya, menyadarkanku bahwa sebenarnya aku sudah jatuh cinta pada gerbera sejak empat bulan yang lalu, hanya saja Tuhan baru mempertemukanku dengan gerbera beberapa hari yang lalu. Begitu juga ketika kita jatuh cinta pada seseorang. Mungkin kita tidak menyadari ketika bertemu dengan seseorang, ketertarikan kita pada orang itu adalah jatuh cinta, dan mungkin saat itu takdir memutuskan bahwa kalian tidak bertemu, berkenalan, dekat, kemudian pacaran saat itu juga. Namun siapa yang akan menyangka waktu? Kita tidak pernah mengetahui dengan siapa, dimana dan kapan kita jatuh cinta, dan tentu pada akhirnya kita juga tidak akan menyangka bahwa suatu saat, di suatu waktu, kita akan bertemu kembali dengan seseorang yang pernah membuat kita tertarik, dan pada akhirnya kita menyadari bahwa dari awal bertemu pun kita sudah jatuh cinta dengannya, karena bahkan kita tidak dapat melupakannya. 
Atau mungkin pertemuan pertama dengannya sama sekali tidak menimbulkan ketertarikan kita, namun ketika waktu akhirnya mempertemukan kembali, dan menyadari bahwa saat bertemu dengannya kita jatuh cinta kepadanya, mungkin justru kita akan sedikit menyesal mengapa tidak pada awal bertemu saja kita sudah jatuh cinta padanya. Ini memang rahasia waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar