Pagi ini, untuk pertama kalinya embun merasa takut, untuk pertama kalinya ia merasa ragu..
untuk turun menghampiri daun itu,
sudah pagi kelima embun merasakan hal ini, sebuah ketakutan yang tidak didasari pikirannya,
sepertinya,
daun itu...tidak ada bersamanya lagi,
meski disaat hujan daun itu tetap menunggunya, meski ditengah badai daun itu setia menantinya...
aneh,
embun merasa ada kesedihan yang mendekat,
atau kekalahan? ataukah kekecewaan?
perasaan embun saat ini, untuk kali pertamanya tidak dapat ia ceritakan pada daun itu...
seakan ada yang hilang ...
pernah disuatu pagi hujan badai menghantam embun untuk pergi dari daun itu,
pernah suatu angin memaksa embun untuk pergi bersama surya lebih cepat
dan pernah disuatu pagi daun itu bergoyang-goyang bersama angin, tetapi terlalu keras, seakan menyiratkan embun untuk segera jatuh ke bumi
perasaan itu kian mendekat, embun merasa takut...
seakan akan ada air mata yang akan jatuh dibalik tetesannya,
dan seakan menambah kebimbangan hatinya saat ini,
disuatu pagi yang lalu, daun itu pernah mengatakan suatu hal kepada embun,
"kamu bisa tanpa aku,"
tidak. embun tidak bisa tanpa daun itu. bagaimana bisa daun itu mengatakannya?
hampir disetiap pagi embun selalu memilih daun itu,
hampir disetiap singkat kehadirannya embun bersama daun itu,
dan hampir disetiap detik sebelum ia dijemput surya, embun selalu berjanji bahwa esok pagi nya akan membawa cerita pada daun itu
ada sesuatu yang hilang ...
disetiap pagi kebersamaan mereka,
embun tetap berada di sisi daun itu namun tidak hatinya,
karena hatinya terlalu sibuk,
memikirkan perasaan aneh itu ...
ya, perasaan aneh itu kembali muncul...
kesedihan kah? kekalahan? atau kekecewaan?
ia sangat ingin mengetahui perasaan macam apa ini, namun ia tidak dapat memungkiri bahwa ia terlalu takut untuk mengetahui ..
hingga embun pun tak menghiraukan daun itu yang masih setia menunggunya setiap pagi,
hingga embun pun tidak lagi memandang daun itu dengan penuh kasih,
dan hingga embun pun menyangsikan daun itu yang masih memeluknya saat ini
embun tidak tahu apa yang hilang ...
tidak,
mentari tidak mengatakan bahwa daun itu berpaling
bisikan angin pun tidak menghasutnya bahwa daun itu sudah bosan menemaninya
bahkan surya tidak merasa daun itu berubah,
lalu, perasaan apa ini? apakah ini memang hanya perasaan tak beralasan saja?
tapi mengapa begitu kuat? bahkan semakin kuat disetiap paginya, bahkan semakin menyesakkan baginya,
pelukan daun itu seperti tidak sehangat biasanya,
dan akhirnya embun pun tidak seindah biasanya,
tapi,
apakah benar ada yang hilang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar