Minggu, 31 Agustus 2014

Untukmu Daun



Hari ini aku melihat langit tidak tertutup awan…
Aku bisa melihat dari sini, bersama daun …
Langit begitu luas, tenang dan biru…

Kadang aku bermimpi ingin sepertinya…
Yang selalu tenang meski ditutup awan putih atau dihadang awan kelabu..
Aku ingin selalu sepertinya yang menaungi awan putih untuk beranjak dan selalu menemani awan kelabu untuk menurunkan rintik hujan…
Aku selalu ingin sepertinya yang luas melindungi… yang tenang untuk bersabar…

Langit luas pagi ini membuatku jelas melihat Surya…
Ia tersenyum padaku, dan aku pun membalas senyumnya…
Langit luas pagi ini membuatku jelas mengetahui pergerakan surya…
Ia menjemputku, pagi ini…untuk beranjak dari daun…

Perlahan aku rasakan tubuhku melayang…melesat ke atas…ringan… untuk berada di sisi Surya…
Waktuku telah habis pagi ini bersama daun itu..dan entah kapan lagi bagi kami untuk bersua kembali,
Aku membenci perpisahan sama halnya aku menyukai pertemuan…

Waktu…
Aku terlalu takut untuk bertanya kepada sang waktu, karena aku takut menjadi lemah …
Namun satu hal yang aku percayai pada waktu…
Hari ini…adalah hadiah,
Tidak.
Karena aku tidak mau lagi terlarut untuk kemarin atau terbuai untuk esok hari…

Aku kuatkan diriku untuk melihat daun itu kembali…
Dan teringat kata-kata yang pernah aku goreskan untuk daun itu…
Terimakasih…
Aku tidak akan mengkhawatirkanmu…maka dari itu jangan mengkhawatirkanku…jangan mengkhawatirkan kita… kita akan baik-baik saja
Selama waktu masih bersama kita.

Rabu, 20 Agustus 2014

Cukup Genggam Tanganku, dan Berpijaklah

Embun…
Tahukah kau, seperti apa aku melihat kita saat ini?
seperti hujan dan mentari yang terpisah oleh sang waktu, yang hadirnya selalu ada disaat ada yang pergi, yang hampir selalu ingin menebar senyum, yang hampir selalu tak pernah sempat untuk saling menyapa, namun mereka saling mengagumi…
tahukah kau kasih, seperti apa saat aku melihat kita bersama?
Seperti bunga merah dan jingga itu,
Yang hampir tidak pernah henti saling melempar ejekan, namun satu sama lain saling menjaga saat badai menghadang,
Tahukah kau kasih, seperti apa saat aku menikmati kebersamaan kita?
Seperti air di hulu yang sabar melewati batu dan kerikil yang menghadangnya, dan seperti samudra yang pada akhirnya setia menunggu datangnya air dari hulu,

kunang-kunang tetap beranjak mendekati lampu jalan di ujung gang disana…
Ia tahu ia akan kepanasan saat menyentuhnya, namun ia tidak pernah ragu bahwa lampu jalan itu akan menghangatkannya…
kerlip bintang selalu hadir menemani kami, ia tidak pernah meminta apapun, selain karena perasaan bahagianya yang telah membagi pendar cahayanya bersama kami…

ya,
Seperti itulah hati yang aku berikan kepadamu embunku…
Tidak pernah sedikit pun aku ragu akan perasaan ini kepadamu,
Tidak pernah sedikit pun aku meminta perasaan ini berbalas darimu…

Aku senang akan hadirnya malam,
karena saat aku menunggumu yang sedang berada dalam pelukan surya
Aku yakin bahwa dirimu pun tengah memandangku dalam batasan langit malam di atas sana,
malam membuat kita saling merindu
sampai akhirnya fajar membuat kita saling berbagi

ah ya… embunku,
tahukah kau seperti apa aku mencintaimu?
Tidak…
Tidak lagi seperti hujan dan mentari, tidak lagi seperti bunga merah dan jingga, bahkan tidak lagi seperti kunang-kunang…

Ya.
Seperti ini…
Tanpa ada kata-kata yang akan mampu merangkainya,
Karena perasaanku padamu terlalu indah untuk digoreskan dalam kata-kata

Ya, aku hanya memiliki kekurangan dan kelebihan dalam pelukanku…
Aku hanya memiliki keyakinanku, dengan segala usaha dan perjuanganku…
Semuanya untuk membuatmu bahagia dan bertahan di sisiku…

Ya embunku…
Cintaku memang sederhana yang tidak mungkin sanggup dibandingkan dengan air dan samudra…
Namun kuyakini padamu embun…
Cintaku kuat aku pertahankan…

Bukan langit yang indah …
Bukan terbang ke awan …
Cukup genggam tanganku dan berpijaklah…
Bukan langit yang indah …
Bukan terbang ke awan …
Cukup cinta yang mudah dipertahankan…

Rabu, 06 Agustus 2014

Early Morning in August


If you’re not the one then why does my soul feel glad today
If you’re not the one then why does my hands fit yours this way
If you’re not mine then why does your heart return my call
If you’re not mine would I have the strength to stand at all
I never know what the future brings but I know you’re here with me now
We’ll make it through and I hope you’re the one I share my life with …

Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta
Namun kita bisa memilih siapa yang patut kita perjuangkan

Seorang pria yang jatuh cinta akan terlihat dari caranya memandang
Dan seorang wanita yang jatuh cinta akan terlihat dari caranya tersenyum

Daunku yang terkasih…
Aku tidak pernah tahu bagaimana perasaan sungai ketika akhirnya ia bermuara dengan lautan
Aku pun tidak pernah tahu bagaimana perasaan mentari ketika bertemu dengan gerimis hujan
Namun satu hal yang aku tahu dari mereka,
Mereka sabar menanti hingga saat itu tiba,
Hingga pada saatnya sungai menyatu dengan luasnya lautan, dan hingga saatnya mentari berpelukan dengan gerimis hujan…

Aku tidak tahu bagaimana perasaan mereka saat akhirnya penantian mereka terbayarkan, karena aku pun tidak bermaksud ingin menyamai perasaan mereka…
Namun satu hal yang aku pelajari dari mereka, sungai dan mentari …
Sebuah penantian…
Yang tidak pernah lelah oleh waktu dan masa…
Yang tidak pernah goyah oleh bisik lembut angin...

Karena mereka aku belajar menantimu…
Ya, daunku yang terkasih…
Bahwa saatnya nanti akan tiba…penantianku akan berbuah manis…
Bahwa akan ada daun yang membuatku jatuh cinta, bahwa akan ada daun yang membuatku bersedia jatuh kepadanya…
Bahwa akan ada daun yang akan selalu menjadikannya tempat bersandarku, bahwa akan ada daun yang akan selalu memelukku…

Yaa…
Pada akhirnya penantianku berakhir,
Kau dan aku, dipertemukan oleh Surya...
Untukmu, daunku yang terkasih…
Aku bersedia jatuh, sejak fajar pagi mulai mempertemukan kita, karena sejak saat itu dirimu telah menawarkan kenyamanan untukku…

Daunku yang terkasih,
Tidak perlu mengajakku berangan-angan bagaimana indah langit,
Cukup hanya dengan menggenggam tanganku dan mengajakku berpijak pada bumi,
Karena aku hanya perlu cinta yang sederhana, namun kuat untuk dipertahankan…

                                                                             -early morning in August-