Rabu, 20 Agustus 2014

Cukup Genggam Tanganku, dan Berpijaklah

Embun…
Tahukah kau, seperti apa aku melihat kita saat ini?
seperti hujan dan mentari yang terpisah oleh sang waktu, yang hadirnya selalu ada disaat ada yang pergi, yang hampir selalu ingin menebar senyum, yang hampir selalu tak pernah sempat untuk saling menyapa, namun mereka saling mengagumi…
tahukah kau kasih, seperti apa saat aku melihat kita bersama?
Seperti bunga merah dan jingga itu,
Yang hampir tidak pernah henti saling melempar ejekan, namun satu sama lain saling menjaga saat badai menghadang,
Tahukah kau kasih, seperti apa saat aku menikmati kebersamaan kita?
Seperti air di hulu yang sabar melewati batu dan kerikil yang menghadangnya, dan seperti samudra yang pada akhirnya setia menunggu datangnya air dari hulu,

kunang-kunang tetap beranjak mendekati lampu jalan di ujung gang disana…
Ia tahu ia akan kepanasan saat menyentuhnya, namun ia tidak pernah ragu bahwa lampu jalan itu akan menghangatkannya…
kerlip bintang selalu hadir menemani kami, ia tidak pernah meminta apapun, selain karena perasaan bahagianya yang telah membagi pendar cahayanya bersama kami…

ya,
Seperti itulah hati yang aku berikan kepadamu embunku…
Tidak pernah sedikit pun aku ragu akan perasaan ini kepadamu,
Tidak pernah sedikit pun aku meminta perasaan ini berbalas darimu…

Aku senang akan hadirnya malam,
karena saat aku menunggumu yang sedang berada dalam pelukan surya
Aku yakin bahwa dirimu pun tengah memandangku dalam batasan langit malam di atas sana,
malam membuat kita saling merindu
sampai akhirnya fajar membuat kita saling berbagi

ah ya… embunku,
tahukah kau seperti apa aku mencintaimu?
Tidak…
Tidak lagi seperti hujan dan mentari, tidak lagi seperti bunga merah dan jingga, bahkan tidak lagi seperti kunang-kunang…

Ya.
Seperti ini…
Tanpa ada kata-kata yang akan mampu merangkainya,
Karena perasaanku padamu terlalu indah untuk digoreskan dalam kata-kata

Ya, aku hanya memiliki kekurangan dan kelebihan dalam pelukanku…
Aku hanya memiliki keyakinanku, dengan segala usaha dan perjuanganku…
Semuanya untuk membuatmu bahagia dan bertahan di sisiku…

Ya embunku…
Cintaku memang sederhana yang tidak mungkin sanggup dibandingkan dengan air dan samudra…
Namun kuyakini padamu embun…
Cintaku kuat aku pertahankan…

Bukan langit yang indah …
Bukan terbang ke awan …
Cukup genggam tanganku dan berpijaklah…
Bukan langit yang indah …
Bukan terbang ke awan …
Cukup cinta yang mudah dipertahankan…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar