Kahlil Gibran berkata pada seorang pemuda, "berjalanlah menelusuri taman bunga ini dan petiklah satu bunga tercantik. Namun ingat, jika kamu sudah berjalan maju, maka kamu tidak boleh kembali atau berjalan mundur.
Maka berjalanlah ia menyusuri taman bunga itu untuk mencari bunga yang paling cantik yang akan ia petik.
Kemudian, ia melihat bunga cantik dan tertarik untuk memetiknya, namun ia berpikir "mungkin di depan sana masih ada bunga yang jauh lebih cantik dari bunga ini." Maka berjalanlah ia meninggalkan bunga cantik tadi.
Sampai akhirnya ia sampai di penghujung taman itu, dan ia pun akhirnya tidak mendapatkan bunga secantik bunga yang ia temui tadi. Maka menyesalah ia karena menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan bunga tadi yang sempat membuatnya tertarik.
Akhirnya, pria itu kembali tanpa setangkai bunga pun di tangannya.
Embun sering mendengar kisah ini,
Kisah ini dibisikkan oleh angin, kisah ini pun dibawa oleh hujan, bahkan kisah ini juga dinyanyikan oleh burung...
Namun, sampai sekarang ia tidak mengerti, apa makna dibalik kisah itu.
Maka bertanyalah ia kepada Surya apa pelajaran yang dapat dipetik oleh kisah itu..
Surya menjawab,
"Daun itu tidak seindah daun disana, tetapi ia mampu membuatmu menjatuhkan pilihan padanya,
Daun itu pun tidak sempurna bentuknya, tetapi ia mampu menjagamu disetiap paginya,
Daun itu bahkan sudah mulai mengering pada tepinya, tetapi ia mampu membuatmu bertahan padanya,
Sama halnya sepertimu embun,
Bukankah embun sepertimu terlihat sama dengan embun-embun lainnya?
Bukankah embun sepertimu sama sejuknya setiap pagi?
dan bukankah embun sepertimu hanya memberikan kesejukkan sesaat?
Lalu untuk apa daun itu masih mau menunggumu?
Untuk apa daun itu masih mau menangkapmu setiap pagi?
dan untuk apa daun itu masih mau memelukmu?
Mungkin saja masih banyak daun disana yang jauh lebih indah dan sempurna
dan mungkin masih banyak embun yang jauh lebih sejuk yang jatuh setiap paginya
Ya.
Daun itu melihat embun berbeda, dan embun melihat daun itu sempurna.
Ya.
Embun dan daun itu mengerti bahwa mereka saling melengkapi
Embun dan daun itu mengerti bahwa mereka saling menerima
Embun dan daun itu juga sadar bahwa ketika mereka bersama, mereka sempurna
tanpa perlu mencari lagi, tanpa perlu menemukan lagi
Karena apa yang berada di hadapan embun saat ini adalah yang terbaik
dan karena apa yang berada di hadapan daun itu saat ini adalah yang terindah
Maka berjalanlah ia menyusuri taman bunga itu untuk mencari bunga yang paling cantik yang akan ia petik.
Kemudian, ia melihat bunga cantik dan tertarik untuk memetiknya, namun ia berpikir "mungkin di depan sana masih ada bunga yang jauh lebih cantik dari bunga ini." Maka berjalanlah ia meninggalkan bunga cantik tadi.
Sampai akhirnya ia sampai di penghujung taman itu, dan ia pun akhirnya tidak mendapatkan bunga secantik bunga yang ia temui tadi. Maka menyesalah ia karena menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan bunga tadi yang sempat membuatnya tertarik.
Akhirnya, pria itu kembali tanpa setangkai bunga pun di tangannya.
Embun sering mendengar kisah ini,
Kisah ini dibisikkan oleh angin, kisah ini pun dibawa oleh hujan, bahkan kisah ini juga dinyanyikan oleh burung...
Namun, sampai sekarang ia tidak mengerti, apa makna dibalik kisah itu.
Maka bertanyalah ia kepada Surya apa pelajaran yang dapat dipetik oleh kisah itu..
Surya menjawab,
"Daun itu tidak seindah daun disana, tetapi ia mampu membuatmu menjatuhkan pilihan padanya,
Daun itu pun tidak sempurna bentuknya, tetapi ia mampu menjagamu disetiap paginya,
Daun itu bahkan sudah mulai mengering pada tepinya, tetapi ia mampu membuatmu bertahan padanya,
Sama halnya sepertimu embun,
Bukankah embun sepertimu terlihat sama dengan embun-embun lainnya?
Bukankah embun sepertimu sama sejuknya setiap pagi?
dan bukankah embun sepertimu hanya memberikan kesejukkan sesaat?
Lalu untuk apa daun itu masih mau menunggumu?
Untuk apa daun itu masih mau menangkapmu setiap pagi?
dan untuk apa daun itu masih mau memelukmu?
Mungkin saja masih banyak daun disana yang jauh lebih indah dan sempurna
dan mungkin masih banyak embun yang jauh lebih sejuk yang jatuh setiap paginya
Ya.
Daun itu melihat embun berbeda, dan embun melihat daun itu sempurna.
Ya.
Embun dan daun itu mengerti bahwa mereka saling melengkapi
Embun dan daun itu mengerti bahwa mereka saling menerima
Embun dan daun itu juga sadar bahwa ketika mereka bersama, mereka sempurna
tanpa perlu mencari lagi, tanpa perlu menemukan lagi
Karena apa yang berada di hadapan embun saat ini adalah yang terbaik
dan karena apa yang berada di hadapan daun itu saat ini adalah yang terindah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar