Selasa, 01 Juli 2014

Yang Terkasih, Embun

Dalam gelap malam kemarin, ditemani sepoi angin...
Ia kembali merayuku untuk merangkai bait demi bait lagi untukmu
Katanya cintaku tidak akan terbukti sempurna jika lirik lagu yang kurangkai ini tidak aku nyanyikan untukmu...pagi nanti...

Jujur aku tidak mengerti nada, 
Atau bahkan bagaimana cara lirikku ini menyatu dengan untaian indah nada...
Ini hanyalah rangkaian kata tulus yang berusaha aku nyanyikan untukmu... Embunku terkasih...
Tidak ada petikan gitar, ataupun gesekan biola, karena bahkan aku tidak memngerti bagaimana cara memainkannya...
Hanya ada suara jangkrik kejauhan yang mengiringi suara sumbangku...
Kau tahu? Di atas sana bintang dan bulan tengah tertawa mendengarku bernyanyi...

Lagu ini aku persembahkan untukmu, embunku terkasih...

Tahukah kamu pertemuan pertama kita?
Pagi itu, masih dingin dan sunyi, aku berayun bersama sepoi angin menunggu surya untuk menghangatkan tubuhku...
Kau datang, bersama surya... Turun bersama embun lainnya, tertawa, tersipu malu...
Ya... Hanya kau yang terlihat indah dimataku...

Kau menawarkan keceriaan
Sejukmu seakan menghapus dahagaku...
Sejukmu seolah menyeka lelahku...

Biarkanlah aku mencintaimu...dengan tulus sepenuh hatiku
Biarkanlah aku menjagamu...dengan kasih setulus jiwaku
Dan biarkan aku menyayangimu...dengan segala kekuranganku...

Hanya sebuah cinta yang sederhana,
Karena aku tidak mampu memberikan cinta sempurna untukmu...
Aku memang tidak bisa menawarkan pengalaman indah di luar sana,
 namun aku menjanjikan kenyamanan untukmu setiap pagi
Hanya jika kau bersedia jatuh padaku...

Biarkanlah aku mencintaimu...dengan tulus sepenuh hatiku
Biarkanlah aku menjagamu...dengan kasih setulus jiwaku
Dan biarkan aku menyayangimu...dengan segala kekuranganku...

Hanya ini yang bisa aku tawarkan
Sebuah cinta yang sederhana...
Namun kuyakinkan padamu, cinta ini akan kuat ku pertahankan...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar