Minggu, 14 September 2014

L.O.V.E part1



“Waktu itu aku membawa tumpukan buku tugas dari guru biologi, karena tidak seimbang, akhirnya aku menjatuhkan tumpukan bukunya, dan dia menolongku untuk membereskannya. Ya, dan saat itu aku tahu aku jatuh cinta padanya."

Cinta diam-diam

Perasaan asing menyenangkan yang hanya dimiliki oleh orang itu, hanya orang itu, tanpa seorang lain pun berhak mengetahuinya
Tersenyum dan tertawa sendiri, euforia kecil tersimpan indah untuk dirinya, hanya untuk dirinya
Perasaan menyenangkan yang tumbuh dengan sendirinya namun harus diam-diam, tanpa seorang pun berhak tahu,
Namun memang itu yang diinginkannya
Cukup hanya ia yang tahu, siapa dia…yang selalu mengisi senyumnya

Note penuh dengan coret-coretan inisial seseorang yang seharusnya berisi catatan kuliah
Note penuh dengan coret-coretan kata-kata senang, sedih, marah, takut yang seharusnya berisi catatan kata-kata guru di depan kelas…
Note penuh dengan coret-coretan lirik lagu yang mewakili perasaannya yang rahasia…
Note penuh dengan coret-coretan rangkaian kata indah yang mengantarkan perasaan tak berbalasnya…
Note penuh dengan cerita kecilnya mengenai seseorang itu…
Note penuh dengan coret-coretan, karena hanya note yang mengetahui rahasianya, hanya note yang menjadi temannya…

Ini pilihannya…
Menyimpan perasaan cinta kepada seseorang…diam-diam
Menumbuhkan perasaan cinta tanpa pernah seseorang itu mengetahuinya…
Ini keputusannya..
Menyimpan euforia kecilnya dalam sudut hatinya, membisikkan nama seseorang itu hanya dalam setiap doanya…
Karenanya, inilah risiko yang harus diterimanya,
Memendam sebuah perasaan tulus, memenuhi note dengan coretan-coretannya, entah hanya insial namanya, entah dengan sketsa wajahnya, entah dengan lirik lagu untuknya, atau bahkan rangkaian kata puitis untuknya,

Ia yang tahu hanya bisa tersenyum dengan euforia rahasianya, hanya mampu memandangnya dari kejauhan, hanya berhak untuk tersenyum ketika berpapasan dengannya, hanya tahu kabarnya melalui obrolan ringan teman-temannya, dan yang hanya bisa mengucapkan namanya di setiap malam mimpinya…

Namun biar saja ‘kenalkan’ ‘apa kabar’ ‘bagaimana harimu’ hanya menjadi penghias di note nya,
Karena,
Ia bahagia meski tahu perasaannya semu,
Ia senang meski tahu perasaannya pengecut,
Ia tersenyum meski tahu perasaannya tidak berbalas,
Ini pilihannya, memendam cinta diam-diam…
Meski ia sadar, cinta diam-diam…tidak pernah mempunyai awal dan akhir…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar