“Waktu itu aku membawa tumpukan
buku tugas dari guru biologi, karena tidak seimbang, akhirnya aku menjatuhkan
tumpukan bukunya, dan dia menolongku untuk membereskannya. Ya, dan saat itu aku
tahu aku jatuh cinta padanya."
Cinta diam-diam
Perasaan asing menyenangkan
yang hanya dimiliki oleh orang itu, hanya orang itu, tanpa seorang lain pun
berhak mengetahuinya
Tersenyum dan tertawa sendiri, euforia
kecil tersimpan indah untuk dirinya, hanya untuk dirinya
Perasaan menyenangkan yang
tumbuh dengan sendirinya namun harus diam-diam, tanpa seorang pun berhak tahu,
Namun memang itu yang
diinginkannya
Cukup hanya ia yang tahu, siapa
dia…yang selalu mengisi senyumnya
Note penuh dengan coret-coretan
inisial seseorang yang seharusnya berisi catatan kuliah
Note penuh dengan coret-coretan
kata-kata senang, sedih, marah, takut yang seharusnya berisi catatan kata-kata
guru di depan kelas…
Note penuh dengan coret-coretan
lirik lagu yang mewakili perasaannya yang rahasia…
Note penuh dengan coret-coretan
rangkaian kata indah yang mengantarkan perasaan tak berbalasnya…
Note penuh dengan cerita
kecilnya mengenai seseorang itu…
Note penuh dengan
coret-coretan, karena hanya note yang mengetahui rahasianya, hanya note yang
menjadi temannya…
Ini pilihannya…
Menyimpan perasaan cinta kepada
seseorang…diam-diam
Menumbuhkan perasaan cinta tanpa
pernah seseorang itu mengetahuinya…
Ini keputusannya..
Menyimpan euforia kecilnya
dalam sudut hatinya, membisikkan nama seseorang itu hanya dalam setiap doanya…
Karenanya, inilah risiko yang
harus diterimanya,
Memendam sebuah perasaan tulus,
memenuhi note dengan coretan-coretannya, entah hanya insial namanya, entah
dengan sketsa wajahnya, entah dengan lirik lagu untuknya, atau bahkan rangkaian
kata puitis untuknya,
Ia yang tahu hanya bisa
tersenyum dengan euforia rahasianya, hanya mampu memandangnya dari kejauhan,
hanya berhak untuk tersenyum ketika berpapasan dengannya, hanya tahu kabarnya
melalui obrolan ringan teman-temannya, dan yang hanya bisa mengucapkan namanya
di setiap malam mimpinya…
Namun biar saja ‘kenalkan’ ‘apa
kabar’ ‘bagaimana harimu’ hanya menjadi penghias di note nya,
Karena,
Ia bahagia meski tahu
perasaannya semu,
Ia senang meski tahu
perasaannya pengecut,
Ia tersenyum meski tahu
perasaannya tidak berbalas,
Ini pilihannya, memendam cinta
diam-diam…
Meski ia sadar, cinta diam-diam…tidak
pernah mempunyai awal dan akhir…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar