Sabtu, 20 September 2014

L.O.V.E part 2



Kau tahu apa yang paling indah dari hadirnya pelangi?
Kehadirannya adalah bukti cinta surya dan bias hujan
Sebagai imbalan atas penantian lama mereka,
Karena waktu yang selalu memisahkan mereka,

I love you, who like a flower.
Kehadiranmu seperti bunga di musim panas
Karena dirimu mengajarkan padaku bahwa cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu..

Aku percaya bahwa cinta tidak selalu tentang ‘love at the first sight’, tidak selalu diawali dengan ‘secret admirer’ atau tidak selalu dimulai dengan tabrakan lalu terpesona pada pandangan pertama,
Karena aku juga percaya bahwa cinta bisa hadir seiring berjalannya waktu,
Cinta bisa hadir karena kenyamanan dan kebersamaan…

You. Who like a flower.
Mengajarkanku bahwa cinta yang pernah kamu bawa awalnya biasa…
Seperti tunas yang baru muncul di salah satu tangkai, yang perlahan mulai menampakkan putik dan benang sari… itu bahkan belum berbentuk seperti bunga, karenanya tidak begitu menarik…
Sama sepertimu…cinta yang waktu itu kamu bawa…biasa saja, tidak ada yang menarik…

Namun perlahan, kebersamaan dengan mu mulai terasa,
Seperti tunas tadi yang mulai tumbuh pelan-pelan…dengan putik dan benang sari yang semakin sempurna, dan perlahan kelopak merahnya mulai hadir di sisi tunas itu…
Sama sepertimu…cinta yang waktu itu kamu bawa…mulai terasa aneh, asing, namun menyenangkan…

Sampai akhirnya di suatu waktu, cinta yang kamu membawa mulai membuatku tersenyum sekaligus tertawa, kesal sekaligus rindu,
Ya, saat itu aku menyadari bahwa aku merindukan kebersamaan denganmu, rindu menghabiskan waktu denganmu, rindu mendengar ceritamu dan rindu dengan tatapan matamu,
Seperti menunggu kehadiran bunga yang mulai menampakkan kelopak merahnya,
Ada perasaan tidak sabar, senang sekaligus takut…
Mengapa begitu lama ia? Mengapa begitu banyak waktu yang diperlukan kelopak itu untuk mengembang sempurna?
Sama sepertimu… cinta yang saat itu kamu bawa, mulai membuatku rindu…

Sampai akhirnya aku sadar, bahwa aku mulai nyaman dengan kebersamaanmu,
Seperti melihat bunganya yang akhirnya tumbuh sempurna,
Dengan putik dan benang sari sempurna, beserta kelopak merahnya yang mengembang sempurna,
Sama sepertimu… cinta yang saat itu kamu bawa, membawa kenyamanan yang hadir karena kebersamaan…Perasaan yang dulu hanya sekilas senang kini lebih berhak aku rasakan. Aku bahagia.

Ya, you like a flower, karenanya aku mencintaimu…

Ya, aku menyadari bahwa bunga pun pada akhirnya akan mempunyai masa, sama seperti cinta…
Bunga yang indah pun pada akhirnya akan membusuk mati, namun tidak sama seperti cinta…
Jangan pernah menyamakannya bahwa bunga yang pada akhirnya mati akan sama seperti cinta yang pada akhirnya perlahan memudar karena suatu alasan…
Mungkin beberapa kiasan berhak untuk mengatakan seperti itu,
Namun bagaimana jika kita ubah kiasannya?

Mengapa tidak kita umpamakan bahwa seperti bunga yang perlahan mati membusuk sama seperti cinta yang mengalami surut?
Bahwa tidak selamanya cinta akan selalu indah, bahwa tidak selamanya cinta akan selalu manis, sama hal nya seperti bunga yang membusuk kemudian perlahan mati, seperti itulah cinta yang mengalami surut…

Karenanya,
Sama seperti bunga yang perlahan membusuk lalu mati, ia akan jatuh, menyatu ke tanah, dan perlahan mengurai bersama bumi…
Begitu pula cinta,
Bahwa cinta yang mengalami surut pun ada kalanya, ada tahap yang harus dilewati, ada rintangan yang harus dilalui…
Pun ketika bunga yang mengurai bersama bumi, atas perkenanNya tumbuh kembali menjadi tunas kecil, hal itu bisa sama seperti cinta yang tumbuh kembali bukan?

I love you. Because you like a flower.

                         Inspirited by : Gentlemen Dignity

Tidak ada komentar:

Posting Komentar