Rabu, 10 September 2014

Begin Again


Surya mengintip dari bilik cakrawala
Bersama embun yang menemani perjalanannya…
Bulan perlahan kembali ke peraduan…
Kerlip bintang pun perlahan memudar digantikan awan…

Daun itu membuka tubuhnya…bersama bunga merah dan jingga membentang menantang Surya yang mulai meninggi…hangat…
Perlahan embun jatuh di atas mereka, memberikan sejuk sekaligus semangat…

Daun itu menoleh ke atas…
Ranting tempatnya berpijak bergoyang…

Ia melihat kehidupan baru disana…
Ulat yang tempo lalu menangisi kepadanya karena merasa diri buruk rupa kini telah lahir sebagai seekor kupu-kupu yang cantik…terbang perlahan mendekati daun itu dan mulai berani mendekati bunga merah dan jingga…

Daun itu tersenyum merasakan kehidupan sekitarnya dimulai…
Ia mendengar nyanyi burung yang bertengger di ranting tempatnya berpijak, ia melihat riak kolam semakin keras karena ikan…ia tertawa melihat lebah mulai mericau kesal karena kehadiran kupu-kupu…

Melihat mereka daun itu semakin bersemangat membentangkan dirinya menantang Surya…
Ya…Surya…

“bagaimana kabarnya? Entah sudah masa keberapa sejak terakhir aku melepas kepergiannya untuk pulang kepadamu… masih samakah sejuknya? Karena aku masih bisa merasakan sejuknya saat bersamaku…masih samakah lembutnya? Karena aku bahkan masih mengingat saat dia memelukku… ya, aku merindukannya…meski aku tahu ia jauh lebih baik saat ini bersamamu…”

Ya, daun itu tahu bahwa ia masih mencintainya…
Ya, daun itu tahu bahwa ia jauh lebih baik jika tidak bersamanya…
Dan ya, daun itu tahu bahwa yang harus dilakukannya hanyalah menikmati hari ini sebagai hadiah dari Surya… tanpa terngiang oleh masa lalu atau terbuai akan masa depan…

Menikmati saat ini meski tanpa kehadirannya..

Daun itu menoleh kepada dirinya melalui riak kolam..
Ia tersenyum ketika melihat pinggir tubuhnya yang mulai menguning…
Ia tahu perlahan tubuhnya akan mulai menua, atau bahkan belum sempat untuk menua sepenuhnya namun telah dihempaskan ranting tempatnya berpijak…

Ia tahu ia akan jatuh ke tanah…atau ia akan terbang bersama angin…atau ia akan mengalir bersama sungai…
Dan ketika itu terjadi, ia tahu bahwa itu bukan akhir dari segalanya, namun hanya awal dari semuanya…

Kepada tanah ia tahu ia akan membantu tuannya untuk tumbuh besar…
Bersama angin ia akan memulai perjalanannya untuk melihat isi dunia..
Sedangkan mengikuti sungai ia tahu ia akan bermuara kepada samudra…
Ya, karena itu ia tahu selepas dari ranting tempatnya berpijak ia akan memulai kehidupan baru… hingga nanti saatnya ia tumbuh kembali menjadi tunas kecil di salah satu ranting…
Karena apapun yang nanti dialaminya, yang menjadi kehidupannya, akan menjadi perjalanannya barunya…

Begin again

Tidak ada komentar:

Posting Komentar