Surya mengintip dari bilik cakrawala
Bersama embun yang menemani
perjalanannya…
Bulan perlahan kembali ke
peraduan…
Kerlip bintang pun perlahan
memudar digantikan awan…
Daun itu membuka tubuhnya…bersama
bunga merah dan jingga membentang menantang Surya yang mulai meninggi…hangat…
Perlahan embun jatuh di atas
mereka, memberikan sejuk sekaligus semangat…
Daun itu menoleh ke atas…
Ranting tempatnya berpijak
bergoyang…
Ia melihat kehidupan baru
disana…
Ulat yang tempo lalu menangisi kepadanya
karena merasa diri buruk rupa kini telah lahir sebagai seekor kupu-kupu yang
cantik…terbang perlahan mendekati daun itu dan mulai berani mendekati bunga
merah dan jingga…
Daun itu tersenyum merasakan
kehidupan sekitarnya dimulai…
Ia mendengar nyanyi burung yang
bertengger di ranting tempatnya berpijak, ia melihat riak kolam semakin keras
karena ikan…ia tertawa melihat lebah mulai mericau kesal karena kehadiran
kupu-kupu…
Melihat mereka daun itu semakin
bersemangat membentangkan dirinya menantang Surya…
Ya…Surya…
“bagaimana kabarnya? Entah sudah
masa keberapa sejak terakhir aku melepas kepergiannya untuk pulang kepadamu…
masih samakah sejuknya? Karena aku masih bisa merasakan sejuknya saat bersamaku…masih
samakah lembutnya? Karena aku bahkan masih mengingat saat dia memelukku… ya,
aku merindukannya…meski aku tahu ia jauh lebih baik saat ini bersamamu…”
Ya, daun itu tahu bahwa ia
masih mencintainya…
Ya, daun itu tahu bahwa
ia jauh lebih baik jika tidak bersamanya…
Dan ya, daun itu tahu bahwa
yang harus dilakukannya hanyalah menikmati hari ini sebagai hadiah dari Surya…
tanpa terngiang oleh masa lalu atau terbuai akan masa depan…
Menikmati saat ini meski tanpa
kehadirannya..
Daun itu menoleh kepada dirinya
melalui riak kolam..
Ia tersenyum ketika melihat
pinggir tubuhnya yang mulai menguning…
Ia tahu perlahan tubuhnya akan
mulai menua, atau bahkan belum sempat untuk menua sepenuhnya namun telah
dihempaskan ranting tempatnya berpijak…
Ia tahu ia akan jatuh ke tanah…atau
ia akan terbang bersama angin…atau ia akan mengalir bersama sungai…
Dan ketika itu terjadi, ia tahu
bahwa itu bukan akhir dari segalanya, namun hanya awal dari semuanya…
Kepada tanah ia tahu ia akan
membantu tuannya untuk tumbuh besar…
Bersama angin ia akan memulai
perjalanannya untuk melihat isi dunia..
Sedangkan mengikuti sungai ia
tahu ia akan bermuara kepada samudra…
Ya, karena itu ia tahu selepas
dari ranting tempatnya berpijak ia akan memulai kehidupan baru… hingga nanti
saatnya ia tumbuh kembali menjadi tunas kecil di salah satu ranting…
Karena apapun yang nanti
dialaminya, yang menjadi kehidupannya, akan menjadi perjalanannya barunya…
Begin again
Tidak ada komentar:
Posting Komentar