Setiap
orang akan selalu berpaling ke belakang untuk melihat apa yang telah mereka
lewati selama setahun, dan aku berharap sebagian dari mereka akan tersenyum
saat mereka berpaling, mem-flash back apa yang pernah mereka lewati dan bangga
karena mereka telah berhasil melewati 2014 dengan hebat. Aku sendiri adalah
orang yang di penghujung tahun 2014 kemarin, berpaling ke belakang untuk
sekedar melihat apa saja yang pernah aku lewati.. dan aku tersenyum.
2014
menjadi tahun yang hebat bagiku. Sangat amat hebat. Karena 2014 mengajarkanku
untuk menjadi lebih kuat dan tangguh dan aku berterimakasih karenanya. 2014 pun
mengajarkanku untuk lebih mengenal diriku sendiri karena akhirnya aku sadar,
langkah awal seseorang untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya adalah
bagaimana ia mampu memahami dirinya sendiri dan aku sangat amat belajar
bagaimana karakter, sifat buruk, dan kebiasaan yang harus aku hindari.
Di
penghujung tahun 2014 kemarin seperti biasa aku habiskan bersama keluarga,
namun uniknya entah kenapa tiba-tiba terbersit keinginanku untuk membersihkan
dan merapikan kamarku, mulai dari lemari pakaian hingga meja yang penuh dengan
tumpukkan buku. Aku tertawa kecil karena aktivitasku bisa dianalogikan seperti
seseorang yang membersihkan dan membereskan segala sesuatunya di tahun 2014. Kebahagiaan
dan harapan yang pernah ada aku rapikan untuk aku bawa di tahun 2015. Segala
kesedihan yang membuatku menangis dan terpuruk aku simpan dalam kotak untuk aku
tinggalkan, namun tidak aku tinggalkan pelajaran berharga di dalamnya karena
akan aku masukkan dalam kantung bajuku untuk kubawa berjalan di sepanjang tahun
2015.
2014
bagiku seperti menaiki roller coster, dimana perlahan kamu naik seiring dengan
kebahagiaan, namun secepat itu pula kamu diturunkan bersama kesedihan. Tapi aku
sadar, kebahagiaan dan kesedihan memang selalu berdampingan bukan? Karenanya aku
tidak bermaksud besar kepala dengan mengatakan aku bangga atas apa yang telah
aku lewati selama tahun 2014. Aku tersenyum bahkan tertawa ketika mengingat apa
yang pernah terjadi karena aku sadar aku telah melewatinya dengan kuat dan
tangguh. Dan ya, aku tahu aku tidak akan mampu melewati semua tanpa mereka.
Tahun
kemarin membuatku jauh lebih dekat dengan kakak dan adik kandungku. Sebuah peristiwa
besar bahkan terselip di tahun kemarin ketika seseorang yang bersamamu hampir
di seperempat abad usiamu, pada akhirnya menemukan pendamping hidupnya. Ya, she’s
got married. Lucu karena ini benar-benar skenario Tuhan, disaat kakakku tengah
disibukkan dengan persiapan pernikahannya, namun disaat itu juga ia jauh lebih
ingin dekat dengan kami, hampir bersamaan pula dengan kesedihanku.
Saat itu aku akhirnya sadar, terlepas seberapa
keras mereka, saudara adalah mereka yang jauh lebih mengenal karaktermu
dibandingkan orang lain, jauh lebih menyayangimu dibandingkan orang lain, dan
mereka adalah orang pertama yang akan berdiri di depanmu saat tahu bahwa kamu
disakiti. Dan aku beruntung karena meski terlambat menyadari, saudara adalah
mereka yang akan selalu hadir kapan pun aku membutuhkan mereka.
2014
juga mengajarkanku arti penting dari sahabat dan benar-benar membuktikan pada
diriku sendiri bahwa mereka tidak hanya hadir saat aku bahagia namun juga pada
saat aku sedih. Aku beruntung memiliki mereka. Mereka adalah sahabat yang tidak
perlu menjadi posesif untuk membuktikan bahwa mereka menyayangi kita, tidak
perlu menjadi sahabat yang selalu mengucapkan ‘I miss you’ untuk membuktikan
bahwa mereka benar-benar merindukan kita. Mereka adalah sahabat yang tetap diam
meski mereka tahu, mereka adalah sahabat yang tahu namun tetap menunggu sampai
akhirnya aku bercerita. Dan aku percaya kapanpun aku memerlukan mereka, mereka
akan selalu ada. Mereka membuatku belajar untuk tidak menjadi egois and I don’t
want make them cry anymore because me.
Di
tahun 2014 aku belajar bahwa segalanya sesuatunya selalu membutuhkan proses, tidak
semua bisa dijadikan instan, dan bahwa dalam beberapa hal ada sesuatu yang
harus diperjuangkan dan tidak bisa didapatkan dengan mudah. Aku pun belajar,
bahwa menjadi seseorang yang naïf akhirnya menjadi boomerang sendiri bagiku,
bahwa seseorang yang dulunya sering membuatmu tertawa keras pada akhirnya
menjadi seseorang yang membuatmu menangis keras.
Sampai
akhirnya beberapa hari menjelang 2104 berakhir aku sadar, salah satu cara untuk
membuatnya terasa jauh lebih ikhlas dan mengalir adalah bahwa aku harus terus
mengingat kebaikan yang pernah mereka lakukan untukku, mengingat saat dulu saat
aku pernah menyayangi mereke dan bersimpati untuk mereka, bahwa apa yang mereka
jalani jauh lebih berat dibandingku dan masalah yang mereka hadapi lebih sulit
dibandingkan aku, dan sampai saat ini pun aku bersimpati untuk mereka. Setiap orang
pasti melakukan kesalahan, begitupun aku. Karenanya aku sudah berdamai dengan
masa lalu, dan sudah memaafkan diriku sendiri. Sebuah langkah kecil untuk move J
Ah
ya, tahun ini ditutup dengan kado manis dari Tuhan, my dream come true. Novel pertamaku
terbit. This Guy Is Mine seolah-olah menjadi vitamin disaat-saat penyembuhanku
and I am really bless bahwa usahaku selama dua tahun akhirnya berbuah manis. Sangat
manis. I hope I can be an author. J
And
then… here I am, dihari pertama tahun 2015, Kamis 1 Januari, menulis kembali
akhirnya di blog pribadiku, seperti sebuah halaman baru untuk mengawali 2105. J
RESOLUSI…
Hmmm…
ada banyak sekali resolusi untuk tahun ini, namun yang pertama tentu aku harus
berterimakasih pada Tuhan untuk 2014 yang hebat dan karena masih diberikan
kesempatan di tahun 2015. Keluargaku, perlindungan dan kesehatan. Orang-orang
yang aku sayangi semoga selalu diberikan perlindungan. Karir, semoga kami
angkatan vortphilization lancar profesi hingga wisuda nanti, dan aku berharap
bisa menghasilkan karya kedua di tahun ini J.
That’s mine, how about yours?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar